Jangan Berjanji Kalau untuk Diingkari



Kehidupan manusia tidak pernah terlepas dari yang namanya perjanjian. Perjanjian itu dibuat dengan orang lain maupun hanya dengan diri sendiri. Perjanjian itu juga entah berkaitan dengan hal yang sangat penting dalam hidup kita maupun sesuatu yang biasa saja. Dalam tulisan singkat ini, saya mengulas mengenai mengapa orang sangat mudah mengingkari janji.

Seringkali ada orang yang setiap kali berjanji selalu mengingkarinya. Ia tidak pernah konsisten. Tentu saja hal ini menjengkelkan kita apabila orang tersebut merupakan kolega kerja, teman, saudara atau orang di sekitar kita. Atau juga kita adalah orang berjenis seperti ini. Kita berjanji baik kepada orang lain maupun kepada diri sendiri dan tidak menepatinya. Kita bahkan frustrasi dengan karakter kita ini.

Supaya pembahasan tidak luas, saya menyempitkan lagi tulisan ini dan memberi batasan pada alasan kenapa kita sering kali mengingkari janji yang kita buat dengan diri kita sendiri. 

Misalnya kita berjanji untuk tekun belajar atau berjanji untuk tidak malas-malasan lagi. Akan tetapi setiap kali kita berjanji kita selalu mengingkarinya. Menurut hemat saya, ada beberapa penyebab yang membuat kita sering kali mengingkari janji.

Pertama, kita belum sungguh-sungguh berjanji. Artinya saat kita berjanji, kita belum sepenuhnya sadar saat mengucapkan  janji itu. Sambil lalu saja. Hanya kata-kata belaka. Saat berjanji, kita tidak memiliki niat yang tulus untuk menepati janji itu. Kita tidak benar-benar serius saat mengucapkan janji itu. Saya sering kali menjumpai orang seperti ini. 

Bahkan saya pun sering berbuat seperti ini. Karakter dari orang seperti ini, adalah orang yang kurang konsisten. Ia adalah pribadi yang sering mengucapkan janji tanpa menepatinya. 

Sangat berbeda dengan orang yang sungguh-sungguh berjanji. Mereka sekali berjanji langsung ditepati. Sehingga dalam hidupnya, tidak banyak janji kosong yang dibuat.

Kedua, penyebab kita mengingkari janji yang kita buat adalah janji tersebut terlampau berat untuk ditepati. Artinya kita memaksa diri kita terhadap sesuatu yang sebenarnya sulit kita jangkau. Dan mungkin dalam hati, kita sudah merasakan bahwa hal itu sangat sulit untuk ditepati tetapi kita tetap memaksa diri untuk berjanji. 

Selain itu, kita juga sebenarnya masih ingin tinggal dalam suasana sebelum kita berjanji. Maksud saya, misalnya kita berjanji untuk berubah; untuk tidak bermain game lagi. 

Akan tetapi, sebenarnya kita masih memiliki keinginan untuk bermain game. Maka tidak salah dalam perjalanan waktu, kita tidak bertahan dengan janji yang kita buat.

Solusi untuk permasalahan di atas sebenarnya sangat sederhana yakni jangan berbuat janji. Artinya kalau kita belum sungguh-sungguh memiliki niat untuk menepati janji tersebut maka jangan berjanji. Intinya di sini adalah niat. 

Kumpulkan dahulu niat setelah itu baru berjanji. Kemudian, kita juga sebaiknya jangan terlalu berjanji terhadap hal-hal yang sebenarnya sangat berat untuk ditepati. 

Apabila kita terus berjanji dan tidak pernah menepatinya maka bagi kita, sebuah perjanjian entah itu dengan orang lain atau dengan diri kita sendiri tidak bermakna lagi. Janji kehilangan maknanya. Maka mari kita membuat hidup kita bermakna salah satunya dengan menepati janji-janji kecil kehidupan kita.


EmoticonEmoticon

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.