Manusia dan Simbol-simbol


Kadang kita begitu mengagumi Simbol-simbol, sampai lupa mengagumi yang seharusnya. Simbol-simbol itu begitu melekat dikepala, bahkan di Tuhan-kan melebihi Tuhan yang sangat Maha, tidak ada selain-Nya.

Kadang kita begitu takut pada Simbol-simbol, melebihi ketakutan kita kepada-Nya. Itu karena kita lebih mendahulukan nafsu daripada nalar dan logika. Sangat marah kalau dikatakan lebih me-Nuhan-kan Simbol-simbol daripada-Nya.

Kadang kita tidak sadar disesatkan oleh Simbol-simbol, meninggalkan akal untuk memaknai perwujudan apa yang seharusnya disembah. Mendahulukan amarah untuk memahami sebuah kebenaran, sehingga hanya berputar dalam lingkaran setan kesesatan pikiran.

Tidak bisa beragama dengan menanggalkan akal, karena akan seperti memakai kacamata kuda. Tuhan anugerahi akal bukanlah sia-sia, agar manusia mengenal-Nya dengan ilmu dan pengetahuan, beriman kepada-Nya dengan keyakinan dan pengetahuan, bukan cuma takut nerakanya.

Mengagumi Simbol-simbol, sama saja dengan mempersekutukan-Nya. Syeitan sangat suka bersembunyi pada Simbol-simbol, begitulah caranya menyesatkan manusia, mengalihkan pandangan manusia dari Tuhannya, memutarbalikan fakta menjadi fatamorgana. (Ajinatha)
Read More

KREATIF! Santri Rubat Mbalong Cilacap Kumpulkan Air Liur untuk Pupuk Organik


Air liur kerap diidentikkan dengan barang jorok bahkan menjijikkan. Alih-alih memanfaatkan, membayangkannya saja bisa membikin perut mual.

Padahal, sesuatu yang dianggap menjijikkan itu setiap hari diproduksi oleh manusia dengan jumlah yang melimpah.

Siapa sangka, bau tak sedap dari mulut setiap kali bangun tidur itu berguna bagi dunia pertanian.

Apa yang dilakukan para santri di Pesantren Rubat Mbalong Ell Firdaus, Kadungreja Cilacap ini bisa membalikkan persepsi orang tentang air liur. Air liur yang biasanya tersiakan, justru oleh mereka dukumpulkan tanpa ada yang terbuang.

Terlebih potensi air liur para santri begitu melimpah karena jumlah mereka mencapai ratusan orang.
Para santri kreatif ini mampu mengubah air liur menjadi pupuk organik yang bernilai guna. Di tangan para santri ini, air liur disulap menjadi pupuk cair yang berguna bagi kesuburan tanaman.

Tak ayal, di pesantren ini, air liur menjadi begitu berharga. Setiap menjelang fajar, usai para santri terbangun dari tidur lelapnya, mereka tak langsung beraktivitas.

Sekitar 250 santri di pesantren ini justru mengantre untuk berkumur sebelum mulut mereka kemasukan makanan atau dibersihkan.

Masing-masing santri cukup berkumur dua kali. Air liur yang terkandung dalam dua kali kumuran pertama itu diyakini mengandung bakteri pengurai.

Mereka lalu menuangkan air kumuran itu ke dalam jerigen-jerigen yang telah disediakan. Alhasil, para santri ini rata-rata berhasil menghimpun sekitar 10 liter setiap pagi.

"Karena air kumuran yang pertama dan kedua mengandung bakteri pengurai,"kata Pengasuh Pondok Pesantren Rubat Mbalong Ell Firdaus, KH Ahmad Hasan Mas'ud atau akrab disapa Gus Hasan

Air liur yang terkumpul itu tentu saja tidak langsung digunakan, melainkan diproses dengan dicampur air beras (leri) dan gula atau tetes tebu untuk menghasilkan Mikro Organisme Lokal (MOL).

Cairan bakteri itu bisa digunakan sebagai starter pembuatan pupuk kompos atau organik.
Pupuk organik tersebut berguna untuk merangsang pertumbuhan tanaman karena mendapatkan asupan nutrisi yang cukup.

Pesantren Rubat Mbalong bukan lah yang pertama kali memproduksi pupuk air liur. Penemu pupuk ini juga seorang kyai, KH Fuad Affandi, pengasuh pesantren Al Ittifaq, Ciwedey, Bandung.

Cairan bakteri dari air liur itu kemudian diberi nama Mikroorganisme Fermentasi Alami (MFA). 

MFA disebut berkhasiat untuk mempercepat ketersediaan nutrisi tanaman, mengikat pupuk dan unsur hara, serta mencegah erosi tanah.

Tetapi para santri Rubat Mbalong mencoba berinovasi. Mereka mengembangkan cairan bakteri itu menjadi berbagai macam pupuk organik cair dengan kegunaan masing-masing.

Starter air liur itu juga dapat dikembangkan menjadi pestisida organik dengan cara mencampurnya dengan urin binatang ternak.

Berkat pengembangan ini, Ponpes Rubat Mbalong Ell Firdaus bahkan sempat berhasil menyabet juara kedua inovasi teknologi tepat guna di Kabupaten Cilacap.

Penghargaan itu diraih berkat inovasi santri yang berhasil memproduksi pupuk cair dengan mencampurkan starter air liur dengan kulit pisang. Terlebih inovasi ini ikut mengatasi problem limbah kulit pisang dari industri sale di sekitar pesantren.

"Keberhasilan santri ubah kulit pisang menjadi pupuk cair dan padat dapat apresiasi,"katanya

Konsistensi Ponpes Rubat Mbalong mengembangkan pertanian terpadu membuatnya kerap jadi jujugan pemerintah maupun swasta yang menawari menjadi mitra.

Karena keberhasilannya, Ponpes ini sempat mengikuti Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Regional Jawa ke-1 di Bandung 2017 silam. Pesantren ini kembali mengikuti Fesyar Regional Jawa ke-2 di Semarang, 2018 ini.

Pengasuh pesantren, Gus Hasan juga kerap diundang sebagai nara sumber dalam berbagai kegiatan bertajuk pertanian terpadu maupun ekonomi kreatif. Selengkapnya



Read More

Rumah Baru Mewah 2 Lantai di Pondok Cabe, Strategis Dekat Akses Tol Cinere BSD


Dijual rumah mewah baru murah di Jl. Kesehatan Ciputat

Lokasi sangat strategis karena :
  • Dekat Stasiun MRT - Lebak Bulus dan Terminal Busway Pondok Cabe
  • Dekat dengan Bandara Pondok Cabe
  • Dekat dengan Universitas Swasta dan Negeri : Universitas Terbuka,
  • Dekat dengan Sekolah Swasta dan Neri
  • Dekat dengan Rumah Sakit : Bhineka Bakti Husada,
  • Dekat dengan Pusat Perbelanjaan : Pasar Modern Pondok Cabe, Giant dan Tiptop
Spesifikasi Rumah :
  • Luas Bagunan : 117 m2
  • Luas Tanah : 162 m2
  • 2 Lantai
  • 3 Kamar Tidur
  • 2 Kamar Tidur
  • 1 Carport
  • Listrik 2200 Wat
  • Dinding : Bata Merah
  • Rangka : Baja Ringan
  • Genteng : Bitumen
  • Keramik Lantai : Granit 60x60
  • Sanitary : American Standard/Setara
  • Jetpump
Harga mulai 1.2 Milyar Cash atau KPR

Minat dan survey lokasi, silahkan hubungi :

Irham
0852 8054 5887
0878 0855 5887 (WA)









Read More

Rumitnya Kesehatan Mental Para Millenials


Connectedness yang tercipta di sosmed tidak dibarengi healthy relationship. Kita tahu kita terkoneksi dengan baik dan real time dengan sosmed. Berkomunikasi saudara/teman/rekan beda benua bukan lagi soal. Semua berada dalam genggaman. Namun, apakah konektivitas ini sehat?

Pada satu sisi, kesehatan fisik para milenials 'ternutrisi' dengan informasi kesehatan di sosmed. Baik itu info kesehatan palsu atau benar, semua bisa diklarifikasi jika bijak ber-internet. Info dokter bisa dilihat dari deretan tweet para dokter. Konsultasi gratis pun kadang bisa dilakukan via Instagram. 

Namun di sisi lain, kesehatan yang menyangkut mental kadang terabaikan. Alih-alih mengajurkan olahraga outdoor, sebuah info di FB malah mendistorsi aktifitas itu sendiri. Sedikit-sedikit info tersebut dilihat sembari men-share foto berkeringat, map history lari 1 km barusan, dan sibuk berbalas komen. Olahraganya 30 menit, ber-sosmednya 2 jam sendiri.

Atau jika sedang sedih, kita malah memposting foto kita saat tersenyum. Pada satu sisi, bisa jadi ini adalah mood booster. Namun di lain sisi, ada kecemasan yang timbul. Saat foto bahagia kita tidak ada yang like bagaimana? Jika belum ada juga yang komen, apa kurang bahagia saya? Alih-alih mood menjadi baik, malah terjadi mood swing.

Yang tercipta dari model seperti ini adalah loneliness atau kesendirian. Secara fisik seseorang didampingi banyak orang. Namun merasa sendiri dengan gadget masing-masing. Atau adagiumnya, being lonely together. Dampaknya, banyak ikatan-ikatan pertemanan ini semu alias pseudo-relationship.

Bisa jadi like atau komen adalah basa-basi semata. Kita tidak pernah tahu teman kita berkomen/me-like dengan sikon seperti apa. Berkomentar sedang sedih pun, siapa yang tahu. Dari posting tadi, yang timbul pun bukan sekadar motivasi untuk teman kita. Bisa saja kita dianggap sombong, sok pamer, atau sekadar pengen eksis. 

Pola komunikasi via sosmed pun bisa sarkas. Karena posting kita bersifat publik, maka tak ayal siapapun bisa membubuhi komentar. Baik real user atau sekadar akun anonim, semua bisa me-reply. Kadang yang terjadi, karena bersembunyi dibalik identitas palsu akun anonim, komentar serampangan pun terjadi. Bagi yang ter-bully bisa celaka dua belas. Kesehatan mental bisa terimbas cukup signifikan. Karena malu postingnya menjadi olok-olok. Seorang remaja bisa saja lebih stress daripada menghadapi UN.

Selain kesendirian dan cyberbully, adiksi pada like, komen, atau heart bisa berbahaya. Rekognisi ala sosmed tidak seasli dunia nyata. Di dunia nyata kita bisa tahu dengan segera seseorang mengapresiasi kita atau tidak. Dari mulai tatapan mata sampai gesture, ada saja terselip rasa tidak suka. Namun tidak dengan pola rekognisi di sosmed. 

Agar bisa terkenal dan trending, seseorang kadang menempuh beragam cara. Dari mulai membuat konten konyol atau plagiasi bisa saja dilakukan. Semua agar akunnya viral. Lebih spesifik, kadang menunggu like/komen di posting di Facebook bisa menimbulkan kecemasan. Karena tombol like sudah serupa pengakuan ala FB. Semakin banyak, semakin ngartis seseorang. Sesampai, ada yang buat/beli ribuan akun palsu di FB demi like.

Dampaknya di dunia nyata, bisa saja mengucilkan diri. Karena stress yang timbul akibat sosmed, maka memantau sosmed 24/7 menjadi konsumsi seari-hari. Bukan saja sosmed, bahkan online gaming pun sudah menimbulkan kasus-kasus yang memprihatinkan. Mulai dari kecanduan akut sampai isu kesehatan pun timbul.

Adalah sebuah tantangan bagi kita dan para milenial memahami dunia digital. Karena mau tak mau, dunia digital berpengaruh ke semua aspek kehidupan. Mulai dari sosial sampai kesehatan sudah terdampak. Sayangnya, literasi mengenai dunia ini seolah ditinggalkan khususnya di Indonesia. Banyak yang hanyut dan tersesat di dunia maya.

Kesehatan psikis yang menjadi indikator generasi sehat jiwa dan raga menjadi isu generasi milenials. Mereka meraba sendiri cara dan solusi mengatasisnya. Sedang riset dan medikasi psikis isu mental health di dunia digital masih terus dijalankan. Para milenials yang tidak banyak tahu, kii mengalami kesulitan memahami kesehatan mentalnya sendiri.

Giri Lumakto 
Read More

Jual KurCok Kurma Coklat


KurCok (Kurma Coklat)  Adalah kurma kualitas terbaik yang diisi dengan berbagai varian rasa di dalamnya kemudian dilapisi oleh coklat premium dan diberikan aneka topping. 

Isian didalamnya banyaakk, lebih berasa lezatnyaaa. Perpaduan manisnya kurma dengan lezatnya coklat dan kejutan rasa unik yang terdapat didalamnya menyatu lumer di mulut, super yummyyyy.

Ada banyak varian KurCok yang bisa jadi favorit kamu lho sahabat :

KurCok Nutella

KurCok Nutella terbuat dari kurma pilihan yang diisi dengan nutella di dalamnya, dilumuri coklat premium lezat, dan taburan kacang.

Rasanya nyoklat banget, yummy and crunchy.

Cobain deh...!!!


KurCok Durian

Penggemar durian pasti suka ini.

Kurma pilihan diisi dengan krim durian dan dilapisi coklat lezat.

Hmm wanginyaaa durian bangett. Isinya banyak, coklatnya tebal.

Pas digigit cezzz di mulut lumer krim duriannya bercampur manis legit kurma coklat.

Rasanya legit, lezat, enaakkk.

KurCok Keju

Ini dia favorit para pecinta keju.

Kurma kualitas terbaik diisi dengan potongan keju tebal dan dilapisi coklat premium, serta taburan keju diatasnya.

Paduan rasa manisnya kurma, asin gurihnya keju, ditambah harum lezatnya coklat menyatu dimulut.
Gurih dan bikin nagih.

KurCok Mede

KurCok Mede termasuk yang banyak digemari lho, rasanya unik ketika disandingkan dengan kurma dan coklat. Untuk KurCok Mede kami gunakan mede sangrai kualitas super utuh tanpa dibelah, dengan lumuran coklat premium tebal melapisi kurma. Sweet and crunchy.


KurCok Strawberry

KurCok isi selai Strawberry rasanya ga kalah unik, manisnya kurma bertemu asam segar selai strawberry dicampur lezatnya coklat. Selainya banyak dan lebih berasa.
Hmm..manis asam segar.

KurCok Blueberry

KurCok isi selai Blueberry rasanya juga ga kalah unik, manisnya kurma bertemu asam segar selai blueberry dicampur lezatnya coklat dan taburan sprinkle di atasnya. Selainya banyak, coklatnya tebal.
Rasanya manis asam segar. Klop!

Selain itu, masih banyak varian lain yang bisa jadi pilihan kamu lho sahabat ...
KurCok Mix (campur)
KurCok Kismis
KurCok KisJu (kismis keju)
KurCok Almond

Yang mana favoritmu?

Penasaran dengan kelezatannya? Tunggu apa lagi, yuk pesan sekarang....!!!

Read More